Kamis, 22 Agustus 2013

Stalking? Itu Mah Biasa


Kegiatan intip mengintip kehidupan pribadi serta perjalanan karir seseorang kini menjadi jauh lebih mudah dengan adanya teknologi yang dinamakan internet. Sebagai orang yang tidak mengikuti budaya pop maupun kelaziman yang ada di dunia (serta lumayan kudet karena TV di rumah rusak sejak akhir tahun lalu), internet adalah salah satu jendela untuk membuka wawasan dan setidaknya update mengenai pergerakan dunia (setidaknya yang berkaitan dengan minat dan kebetulan heboh). Dan tak disangka-sangka, aku ternyata juga melakukan kegiatan menjadi tukan korek-korek ini karena seorang penyanyi pendatang baru.

Empat bulan yang lalu aku asyik dengan kesibukan harianku browsing internet. Entah bagaimana aku tersasar ke posting video acara pencarian bakat di salah satu TV swasta. Acara yang biasanya kulihat sekali waktu saja karena toh aku tak pernah benar-benar tertarik dengan lagu-lagu Indonesia (sok non-Indonesia nih ceritanya). 

Tertarik dengan penampilan salah satu peserta dengan sejuta tindik, usil penasaran aku mulai meloncat dari satu penyanyi ke penyanyi lainnya. Hingga akhirnya aku melihat salah satu peserta audisi yang bernyanyi menggunakan seragam sekolah dengan atasan yang disamarkan dengan sweater yang agak kebesaran. Lagu bule berjudul Peledak Genggam yang dibawakan olehnya tidak buruk. Bahkan aku merasakan aroma unik di suaranya (terutama di bagian "Ooow... take, take, take it all..."). Tapi, tawa kecilnya di tengah nyanyian melekat di kepalaku. Dan entah bagaimana, otakku tiba-tiba menjadi penasaran dengan suaranya. Lagi dan lagi dan lagi (juga penampilannya yang apa adanya).

Kegilaan dimulai. Aku unduh lagi dan lagi dan lagi tapi tetap tidak puas. Sedangkan aku baru mengetahui tentang penyanyi itu setelah kompetisi mulai masuk ke babak 4 besar. Ketika kulihat total hasil unduhan yang ada di laptop uzurku, ada sedikit rasa ngeri kurasakan terkait dengan hobi baruku ini. Ini pertama kalinya aku ingin mengetahui perkembangan salah satu penyanyi dari awal acara hingga akhir (kalau ditotal, total unduhan video yang kulakukan kurang lebih sama dengan ukuran film kualitas BluRay 720p). Ketidak beradaan televisi sudah membuatku menjadi pecandu streaming si Ucub dan download mp3 versi gala si anak imut itu.

Saat aku memeriksa sisa pulsa kartu prabayarku, aku terkejut dengan sisa kuota paketku. Bila biasanya di pertengahan bulan kuota akan tersisa kurang dari setengah dari kuota maksimalku, untuk pertama kalinya kuotaku tinggal 20% (yang berarti aku terpaksa puasa internet di akhir 2 bulan yang lalu sebagai pemanasan puasa Ramadhan)

Bagaimana tidak, dari sekedar mendengar dan melihat video, aku menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai artis baru ini. Mulai dari video penampilan yang ditayangkan di TV serta non tayang, facebook, twitter, sampai berita keseharian gadis SMA itu (yang sebelumnya aku sangat anti menunggu-nunggu unggahan berita gosip di TV). Belakangan aku baru sadar kalau setiap kali aku memulai membuka browser kesayanganku, kata yang kuketik pertama kali adalah nama si doi ini. Satu kata A K U T.

Nah, melihat perkembangan ini, seketika aku menyadari suatu hal. Aku sudah menjelma menjadi STALKER. Oh No! Tapi melihat fansbase si doi baru, aku menyadari kalau virus ini rupanya sudah menginfeksi banyak penderita lainnya. Banyak orang dari anak-anak sampai tua dewasa yang penasaran dengan perkembangan si bocah ini di tengah riuhnya kenaikan BBM, gontokan antar parpol di negara tercinta ini, Farhat Abas dan Rhoma Irama yang mimpi jadi presiden, ustadz dengan kasus tarif menarifnya, dan yang paling baru diadakannya tes keperawanan untuk calon siswa SMU di Prabumulih, Sumatra Selatan.

Namun, melihat fanatisme pendukung si bocah, entah bagaimana aku merasa sedikit lega. Terlepas dari fenomena si idola baru, rasanya penyimpangan yang kurasakan tidak seberapa dibandingan dengan banyak orang di luar sana (mencoba memaafkan kelainan diri sendiri). Mulai dari mengikuti berita di internet, suburnya grup fansbase yang seketika berjumlah ratusan (atau bahkan sampai ribuan??), teriak-teriak di tepi panggung, berkunjung ke rumah si idola, ikut meramaikan ulang tahun si gadis, jumlah follower twitter si idola yang hampir mencapai satu juta dalam 8 bulan dia muncul pertama kali di TV, fans yang ramai-ramai berusaha membuat hashtag si nona kecil bisa jadi tren di Indonesia dan Dunia, bahkan sampai rutin nongol di acara yang menghadirkan di idola. Yah, setidaknya aku bisa dikategorikan sebagai simpatisan lah, bukan fans berat :p. Dan akhirnya aku akan membenarkan bahwa jadi Stalker adalah hal yang lazim di jaman dunia maya ini. Bukankah internet membuat dunia nyata menjadi transparan? *berusaha mencari pembenaran.

Satu bulan yang lalu, penyanyi baru ini melakukan konser di kotaku. Ada perasaan menggebu-gebu untuk mendatangi acara yang digawangi oleh produsen sepeda motor nomor dua di Indonesia itu. Segala daya upaya kukeluarkan untuk mengetahui jadwal manggung dan kebiasaan si bintang ketika mengadakan tur yang disponsori oleh pabrikan sepeda Jepang itu. Bahkan aku sempat berubah menjadi kompor agar kakak laki-lakiku tertarik untuk menemaniku mendatangi acara itu (dengan asumsi si bocil baru bisa muncul di atas jam 10 seperti penampilannya di kota yang sebelumnya. Pulang di atas jam 11 tanpa teman bagiku adalah hal yang tidak akan disetujui oleh orang tuaku--pun di usiaku yang sudah sekian ini--tapi belum sekian-sekian amat juga sih). 

Namun, di hari H, entah kenapa aku jadi bimbang. Acara yang diadakan di bulan puasa itu membuatku bingung antara melanjutkan ibadah malam atau menghadiri pertunjukan nyanyi itu. 

Semua informasi sudah kukumpulkan sebagai amunisi. Aku stalking grup fansbase yang ada di kotaku. Mencari tahu segala tetek bengek mengenai kedatangannya. Keberangkatan dari Jakarta, mendarat di Surabaya atau Malang, perkiraan sampai Malang jam berapa, ada interview di salah satu radio jam berapa, Meet and Greet jam berapa dan dimana, hingga perkiraan jadwal manggung.

Aku nervous.

Siang itu aku mengunjungi rumah temanku, tapi aku memaksa diri tetap mendengarkan siaran radio interview si bocah kikuk (dan akhirnya aku tidak tahu apa yang dibicarakan oleh temanku dan juga isi interview di radio. Sialnya tidak ada satupun orang yang mengunggah wawancara itu karena ternyata tidak mungkin melakukan streaming dari radio tersebut. Laman radio tersebut ternyata telah melebihi kuota). Malamnya, aku menjalankan ibadah malam namun pikiranku tertuju pada konser (berharap segera selesai agar bisa segera berangkat). Dan akhirnya......ketika aku sampai ke lokasi acara......... Aku terlambat. Si idola baru saja meninggalkan lokasi............. (T__T)

Sia-sialah kegiatan stalking yang kulakukan sepanjang hari itu. *Pada akhirnya aku tetap menjadi fans juga. *tidak perlu memberi puk puk kepadaku. #EdisiBerduka

Baiklah, pada akhirnya aku harus mengakui kalau aku adalah tukang intip, sekaligus penggemar seorang gadis bernama Fatin Shidqia Lubis. Tapi, sekali lagi, banyak orang lain yang bertindak sama kepada idola maupun gebetan mereka. Di jaman informasi seperti sekarang ini, ITU MAH BIASA!!

Malang,
@mmaghfiroh

Kembang di Balik Dinding

Deru angin menulikan
Sepi hati menganga
Tertelan resah
Mereka-reka angan

Mendesahkan pesan
Tak terucap terkulum muram
Menyesal kembang di balik dinding
Tumbuh di pekarangan lengang

Musim bunga telah lewat
Lebah telah tertawan bunga bakung


Mataram, 30 Oktober 2010

#EdisiPuisiLamaTelatUpload

Jumat, 31 Mei 2013

Tips Menemukan Inspirasi

Kesulitan mendapatkan inspirasi? Ikuti saran-saran berikut ini:

  1. Temui teman-teman lamamu. Mengobrol panjang lebar akan membuka pikiran kita dan mungkin bisa membuka keran ide yang terjepit karena banyaknya stress dalam pikiran kita. Ppssstt: siapa tahu si teman bisa urun ide :p.
  2. Berjalan-jalan. Agatha Christie, salah satu almarhumah penulis favoritku, mengatakan dalam wawancaranya bahwa ketika dia merasa jenuh dan kehabisan ide, dia akan berjalan-jalan sekedar untuk melihat-lihat, dan seringkali dia menemukan ide di jalanan. Berjalan membuat kita melihat dunia dengan cara yang berbeda. Inspirasi akan datang dari orang lain atau ilham mendatangi kita dengan ramah.
  3. Melamun di kamar mandi.Kalau ada yang bertanya: lamunan paling dahsyat terjadi dimana? Maka sebagian akan menjawab tongkrongan di kamar mandi. Kalau boleh sok tahu, bicara tentang keseimbangan, adanya aliran Ying dan Yang antara panas yang timbul karena usaha kita serta keberadaan air membuat momen itu adalah momen paling berharga yang bisa kita dapatkan secara cuma-cuma setiap hari.
  4. Menyendiri beberapa saat. Masalah ini tidak akan muncul bagi mereka yang biasa bekerja sendiri, tapi terjadi bagi mereka yang bekerja dikelilingi oleh orang lain. Sebenarnya menyenangkan berada bersama orang lain, kecuali kalau kau sedang dikejar oleh tenggat waktu serta pikiranmu lumayan diobok-obok oleh anak dan pasanganmu. Walhasil, menyepi adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.
  5. Makan. Jangan salah, ketika kita sedang serius melakukan sesuatu aliran darah yang mengalir ke otak kita membuat kadar gula darah menurun drastis. Solusi mudah: makan permen, solusi tepat: makan lagi yang banyak.
  6. Bermain. Bermain? Ya. Entah game komputer ataupun game fisik, tak apa-apa. Yang penting kau bisa mengalihkan konsentrasimu untuk sementara waktu. Alasannya: kamu memang jenuh.
  7. Tidur. Tidak jauh-jauh dengan alasan di poin sebelumnya, yang kamu perlukan adalah menyeting ulang komputer biologismu. Otakmu sudah teriak-teriak minta istirahat, tapi kamu acuh padanya. Efeknya adalah inspirasi tak juga melintas. Cara ini efektif bagiku saat sedang mengejar deadline menyelesaikan skripsiku beberapa tahun lalu. Bahkan tidur setengah jam-pun sangat berharga saat itu.
  8. Bercanda. Kalau tips yang ini hanya berlaku bila teman yang kamu ajak bercanda sedang tidak sibuk ataupun memang bertoleransi dengan candaan. Jangan pernah--kuulangi lagi--jangan pernah sekali-kali bercanda dengan orang yang sedang datang bulan, hehehe...bukan ding orang datang bulan ga segitunya, tapi jangan bercanda dengan teman yang sedang sibuk kecuali dengan persetujuan darinya. Saya pernah melakukannya dan terjadi counter effect. Terutama bila dilakukan di kumpulan teman yang hendak sidang ataupun lingkungan kerja yang dikejar deadline :p. Tapi penulis tidak kapok juga (:o)

Dengan delapan hal di atas, ada yang hendak berbagi pengalaman?

Minggu, 08 Januari 2012

Jutek = Absurd

Jutek dimana-mana memang membuat mood semakin buruk. Dan yang terburuk bisa membuatmu melakukan hal-hal absurd di dunia.

Belakangan ini hal di dunia per-bloggingan yang baru-baru ini kugandrungi adalah membaca blog-komik.

Ternyata ada banyak blog bergambar yang ceritanya lucu-lucu dan nyentrik.
Aku bahkan menemukan salah satu blek blog Komik jokes ala Amerika:

Kalau kalian lihat, bagaimana bisa dia berpikir untuk membuat gambar seorang gadis melakukan atraksi Ski yang cantik seperti itu dengan wajah cemberut (yang alasannya bisa kalian lihat pada komik strip Octupus Pie). Aku bisa membayangkan bagaimana wajah jelekku di mata teman-temanku tak peduli apapun yang kulakukan, yang terpancar adalah "jutek".

Jutek? Yups. Sebagaimana makhluk sakit hati lainnya di dunia ini, tak ada hal lain yang biasa kuekspresikan kepada dunia kecuali wajah jutek dan tampang kucel. Semua diseriusiiinnn dan kemudian cairan tubuh berleleran di wajah *jelek banget*. Bahkan ada kejadian yang sebenarnya se-absurd rasa sakit hati itu sendiri.

Suatu pagi yang kebetulan sedikit mendung semendung hatiku dengan semangat lebay mode: "ON". Aku masuk ke dalam mobil dari pintu kiri (esaaayyy). Nah, di sebelah kananku adalah teman kantorku. Karena hatiku mendung dengan berbagai latar belakang dan kejadian yang tidak bisa disebutkan di sini satu-persatu, akhirnya aku memalingkan muka ke jendela untuk menghindari wajah korsletingku disadari oleh dunia. Dan sesekali menjawab candaan dengan nada menyebalkan. Nah, di bagian talang kaca mobil bagian penumpang kiri rupanya ada seekor laba-laba yang mungkin ada kondangan di deket kantorku sehingga dia nebeng mobil kantor.

Sebagai penumpang gelap pastilah dia tidak mendapat kursi empuk (dan mungkin juga karena dia masih ada rasa sungkan pada para manusia yang biasanya lihat makhluk sejenisnya bakal heboh dan sibuk menginjak tubuhnya yang malang (untunglah rombongan satu mobil kantor tidak akan melakukan hal tersebut karena cerita ini bukan sinetron). Aku perhatikan dia merajut benang di talang itu dan duduk dengan sabar di sana. Nah, seiring dengan berjalannya mobil, tubuh mungil laba-laba itu terguncang hebat ke kanan dan ke kiri. Tapi dia tetap bertahan di sana. Kadang dia memukul talang dengan kuat dan cepat bagai pendulum yang diayunkan, kadang pelan, sesuai dengan kecepatan mobil. 

Entah kenapa saat mengamati laba-laba itu dan muncul filosofi di kepalaku. Manusia harusnya setegar laba-laba yang terus berjuang meskipun dera angin menghempaskan tubuhnya tanpa ampun. Semangat juang sang Laba-laba sangat kukagumi. Juga bagaimana kualitas benangnya yang begitu kuat dan membantunya untuk tetap berada di sana.

Namun, aku kemudian kecewa. Selang sepuluh atau seperempat jam sejak aku masuk mobil, laba-laba itu akhirnya terbang. Entah terlepas atau melepaskan diri. Dan (inilah yang kusebut dengan "hal absurd yang seharusnya tidak kau lakukan di depan umum": Aku meneteskan mata. Byuhbyuh. Kenapa seekor laba-laba bisa membuat hati seseorang jadi mencelos?

Ada hal yang kulihat negatif dan juga positif dari situ. Meskipun tidak penting-penting amat tapi akan tetap kutulis di blog ini.
  • Cons (kutulis lebih awal karena hal ini yang lebih menjembatani dengan kisah lautan cairan tubuh sebelumya): Sekuat apapun kau mencoba bertahan bila memang bukan untukmu kau akan terseleksi oleh alam. Ide ini muncul dan aku merasa sangat menderita karenanya. Suatu pikiran negatif yang seharusnya tidak disimpan.
  • Half Pros: Bila kau sudah mencoba untuk bertahan namun kamu akhirnya menemukan titik buntu ada baiknya kau mencoba untuk melepasnya dan mencoba hal lainnya. Ide ini agak baik tapi aku masih kurang menyukainya dan perasaanku masih bercerai-berai.
  • Pros: Mungkin kau memang harus melepaskan hal itu tapi masih ada cara lainnya untuk membuatmu mencapai tujuan itu. Tapi saat itu ide ini belum muncul dan yang terjadi adalah perjalanan berangkat kantor paling muram yang pernah kurasakan.

Permasalahan berikutnya adalah bagaimana menyembunyikan wajah miserable-mu kepada dunia di saat dunia sudah tidak adil padamu? Dan hal itu menjadi hal absurd yang berikutnya.

Sepanjang jalan hingga kantor aku harus memalingkan wajahku ke jendela untuk menghindari temanku melihat air bah itu. Dan sodara-sodara, kurasa aku tidak berhasil menyembunyikan hal itu meskipun teman kantorku tidak mengucapkan apapun. Walhasil: hari itu aku masuk kantor dengan leher kaku (yang bertahan selama 3 hari) dan rasa malu karena teman kantorku memergokiku menangis. Remang-remang aku bisa mendengar suara Popeye di telingaku "Sempurna Olive".

Hari itu aku mengambil pelajaran:
"Kalau kamu memang pingin nangis, nangis aja di rumah, daripada ketahuan di depan publik. Karena bisa merusak citramu :D. 

"Kenapa kau bersedih? Bukankah Allah selalu ada sebagai tempatmu mengadu?"

Salam Akhir Pekan (yang juga diselimuti mega).

Minggu, 01 Januari 2012

Tahun 2012

Akhirnya tahun 2011 telah usai dan kita memasuki tahun 2012.

Kalau memikirkan perayaan tahun baru yang terjadi setiap tahun (dan tidak akan pernah meleset), kurasa tidak ada hal yang membuat tahun baru menjadi begitu spesial. Kecuali hal-hal mengenai tutup buku keuangan kantor dan beres-beres data lama yang bisa dikandangkan di rak penyimpanan dokumen. Lagi pula, aku juga tak pernah antusias dengan pergantian tahun Hijriyah, rasanya lebih sedih karena masih banyak hal baik yang belum bisa kulakukan.

Tapi, kalau aku menghitung dari diriku sendiri (seperti sekarang seperti yang dilakukan oleh orang-orang kurang kerjaan lainnya di dunia) maka tahun 2012 berarti aku akan berusia 29 tahun. Satu tahun kemudian aku akan mencapai 30 tahun. Sepuluh tahun lagi 39 tahun. Dan apa yang sudah kulakukan di dunia ini yang bisa membuatku menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh bangsa dan negara keluargaku dan juga diriku sendiri serta kawan yang ada di sektiarku.

Mungkin ibuku akan berkata bahwa aku adalah anaknya satu-satunya yang tinggal di luar pulau selama sekian tahun dan sampai sekarang masih single (wah kalimat yang terakhir harus dicoret mengingat ini nggak bisa dikategorikan sebagai prestasi). Kakakku akan bilang aku adik yang mandiri dan tidak lagi secara rutin memasang wajah memelas meminta jatah bulanan. Temanku akan bilang kalau aku sudah kelihatan (mohon dicatat kata ini berarti hanya permukaannya saja) lebih dewasa dan kelihatan seperti wanita karir seperti umumnya. Dan bagiku sendiri, aku bisa beberapa kali naik pesawat dalam setahun (waktu di SD aku selalu terheran-heran dengan film catatan Si Boy yang kelihatannya sering sekali naik pesawat terbang) cuma perlu digaris bawahi kalau Si Boy naik pesawat terbang ke Negeri Orang, aku naik pesawat ke Negeri Dongeng, hehe nggak ding, ke Pulau Orang tapi tetap di Negeri Sendiri.

Tapi, nyatanya, sampai sekarang aku masih belum melakukan sesuatu besar yang bisa membuatku benar-benar bangga dengan diriku sendiri. 
Kalau diingat masa kecilku ada buku yang aku lupa siapa penulisnya mengatakan bahwa kalau seseorang ingin selalu diingat buatlah sesuatu yang bisa kau tinggalkan untuk dinikmati oleh orang lain, dan dalam buku itu disebut kalau salah satu hal yang tidak akan lapuk oleh jaman adalah buku (kecuali bukumu dimakan rayap dan tidak ada seorangpun yang menyimpan kopian dalam bentuk soft copy maupun hard copy saking tidak bermutunya buku itu).
Ya, saat itu aku berpikir untuk menjadi penulis. Tapi, seperti anak-anak yang memiliki semangat sepanjang dupa, beberapa hari kemudian cita-cita itu sudah berganti dengan cita-cita lainnya yang tidak perlu kusebutkan satu per satu di sini karena ini.

Oke, kita fast forward intermezzo nggak penting di atas.

Kontemplasi:
  1. Ternyata di dunia internet ada blogger ngocol yang ternyata sukses dan mengangkat tulisan curhatannya menjadi buku yang populer di kalangan anak muda
  2. Salah satu untuk menikmati hidup kita adalah dengan memaafkan diri sendiri atas perbuatan yang meskipun luar biasa buruk dan terasa tidak bisa dimaafkan (paranoid aja bisa memaafkan kelakuannya kenapa kita tidak? Ini adalah bukti ketidak stabilan penulis).
  3. Hidup tanpa harapan membuat kita merasa tidak berdaya (salah satu turunan dari elektron)
  4. Ada banyak makhluk kesepian di dunia ini. Selain kesepian mereka juga memiliki derita yang lebih sinetron daripada aku.
  5. Kerja sama bule ternyata tidak berarti taraf hidupmu akan menjadi lebih baik. Malah terbukti kalau bule juga bisa pelit, dan pelit itu manusiawi. Makanya aku gak boleh protes lihat orang pelit.
  6. Jangkrik ternyata suka menggigit.
  7. Ada banyak jenis jangkrik yang digunakan untuk taruhan.
  8. Sendok ilang bisa bikin kita dipermalukan di depan orang lain.
  9. Jatuh cinta itu manis, sakit, pedih, sengsara, bodoh, dan naif. Intinya: cinta adalah kebodohan yang disengaja.
  10. Menunda untuk mewujudkan ide tidak akan membuat kita menjadi lebih bahagia.
  11. Menghargai orang lain berarti kita juga menghargai diri sendiri.
Resolusi:
  1. Membuka pikiran, dan berusaha untuk positif.
  2. Menikmati diriku yang memang terbukti aneh dan suka menanyakan hal-hal bodoh.
  3. Membuat rencana 1, 3, 5 tahun ke depan.
  4. Serius mengatur rencana sekolahku lagi.
  5. Serius dengan rencana karir masa depanku

Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah punya resolusi untuk tahun ini?
Selamat Tahun Baru 2012.