Minggu, 01 Januari 2012

Tahun 2012

Akhirnya tahun 2011 telah usai dan kita memasuki tahun 2012.

Kalau memikirkan perayaan tahun baru yang terjadi setiap tahun (dan tidak akan pernah meleset), kurasa tidak ada hal yang membuat tahun baru menjadi begitu spesial. Kecuali hal-hal mengenai tutup buku keuangan kantor dan beres-beres data lama yang bisa dikandangkan di rak penyimpanan dokumen. Lagi pula, aku juga tak pernah antusias dengan pergantian tahun Hijriyah, rasanya lebih sedih karena masih banyak hal baik yang belum bisa kulakukan.

Tapi, kalau aku menghitung dari diriku sendiri (seperti sekarang seperti yang dilakukan oleh orang-orang kurang kerjaan lainnya di dunia) maka tahun 2012 berarti aku akan berusia 29 tahun. Satu tahun kemudian aku akan mencapai 30 tahun. Sepuluh tahun lagi 39 tahun. Dan apa yang sudah kulakukan di dunia ini yang bisa membuatku menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh bangsa dan negara keluargaku dan juga diriku sendiri serta kawan yang ada di sektiarku.

Mungkin ibuku akan berkata bahwa aku adalah anaknya satu-satunya yang tinggal di luar pulau selama sekian tahun dan sampai sekarang masih single (wah kalimat yang terakhir harus dicoret mengingat ini nggak bisa dikategorikan sebagai prestasi). Kakakku akan bilang aku adik yang mandiri dan tidak lagi secara rutin memasang wajah memelas meminta jatah bulanan. Temanku akan bilang kalau aku sudah kelihatan (mohon dicatat kata ini berarti hanya permukaannya saja) lebih dewasa dan kelihatan seperti wanita karir seperti umumnya. Dan bagiku sendiri, aku bisa beberapa kali naik pesawat dalam setahun (waktu di SD aku selalu terheran-heran dengan film catatan Si Boy yang kelihatannya sering sekali naik pesawat terbang) cuma perlu digaris bawahi kalau Si Boy naik pesawat terbang ke Negeri Orang, aku naik pesawat ke Negeri Dongeng, hehe nggak ding, ke Pulau Orang tapi tetap di Negeri Sendiri.

Tapi, nyatanya, sampai sekarang aku masih belum melakukan sesuatu besar yang bisa membuatku benar-benar bangga dengan diriku sendiri. 
Kalau diingat masa kecilku ada buku yang aku lupa siapa penulisnya mengatakan bahwa kalau seseorang ingin selalu diingat buatlah sesuatu yang bisa kau tinggalkan untuk dinikmati oleh orang lain, dan dalam buku itu disebut kalau salah satu hal yang tidak akan lapuk oleh jaman adalah buku (kecuali bukumu dimakan rayap dan tidak ada seorangpun yang menyimpan kopian dalam bentuk soft copy maupun hard copy saking tidak bermutunya buku itu).
Ya, saat itu aku berpikir untuk menjadi penulis. Tapi, seperti anak-anak yang memiliki semangat sepanjang dupa, beberapa hari kemudian cita-cita itu sudah berganti dengan cita-cita lainnya yang tidak perlu kusebutkan satu per satu di sini karena ini.

Oke, kita fast forward intermezzo nggak penting di atas.

Kontemplasi:
  1. Ternyata di dunia internet ada blogger ngocol yang ternyata sukses dan mengangkat tulisan curhatannya menjadi buku yang populer di kalangan anak muda
  2. Salah satu untuk menikmati hidup kita adalah dengan memaafkan diri sendiri atas perbuatan yang meskipun luar biasa buruk dan terasa tidak bisa dimaafkan (paranoid aja bisa memaafkan kelakuannya kenapa kita tidak? Ini adalah bukti ketidak stabilan penulis).
  3. Hidup tanpa harapan membuat kita merasa tidak berdaya (salah satu turunan dari elektron)
  4. Ada banyak makhluk kesepian di dunia ini. Selain kesepian mereka juga memiliki derita yang lebih sinetron daripada aku.
  5. Kerja sama bule ternyata tidak berarti taraf hidupmu akan menjadi lebih baik. Malah terbukti kalau bule juga bisa pelit, dan pelit itu manusiawi. Makanya aku gak boleh protes lihat orang pelit.
  6. Jangkrik ternyata suka menggigit.
  7. Ada banyak jenis jangkrik yang digunakan untuk taruhan.
  8. Sendok ilang bisa bikin kita dipermalukan di depan orang lain.
  9. Jatuh cinta itu manis, sakit, pedih, sengsara, bodoh, dan naif. Intinya: cinta adalah kebodohan yang disengaja.
  10. Menunda untuk mewujudkan ide tidak akan membuat kita menjadi lebih bahagia.
  11. Menghargai orang lain berarti kita juga menghargai diri sendiri.
Resolusi:
  1. Membuka pikiran, dan berusaha untuk positif.
  2. Menikmati diriku yang memang terbukti aneh dan suka menanyakan hal-hal bodoh.
  3. Membuat rencana 1, 3, 5 tahun ke depan.
  4. Serius mengatur rencana sekolahku lagi.
  5. Serius dengan rencana karir masa depanku

Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah punya resolusi untuk tahun ini?
Selamat Tahun Baru 2012.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar