Tampilkan postingan dengan label Fatin Shidqia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fatin Shidqia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Kesombongan Telingaku Dienyahkan oleh Seorang Fatin


Fatin (dok.: Fatinistic Facebook)

Kalau bicara dengan selera musik maka aku harus mengakui bahwa selama ini aku memang tidak Indonesia. Bagaimana tidak, dari seluruh koleksi mp3-ku hingga saat ini 90% didominasi lagu artis bule.

Bukan karena aku pandai bahasa para orang yg kabarnya bertubuh bongsor itu. Tidak. Nyatanya bahasa Inggrisku dari pertama kali mendengarkan musik non lokal itu sampai sekarang tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tapi seleraku lebih karena ketukan nada serta dinamika musik import. 

Ketika aku masih belum melihat musik sebagai bagian dari hidupku, aku sekedar mendengar musik. Aku jarang sekali menghafalkan lirik lagu yang kudengar (lebih tepatnya mungkin otakku terlalu kaku untuk menghafal lagu). Saat aku masih belia lagu label nasional yang masih kunikmati adalah yang dihasilkan oleh grup Dewa, Oppie Andaresta, dan Melly Goeslow. Keengganan atas musik lokal itu belakangan semakin parah dengan mulai menjamurnya band band musik yang semakin melayu semacam Kangen Band. Bukan karena kualitas musikal mereka kurang (kemampuan musikalitas aku terlalu cemen untuk dengan gagah mengatakan suatu karya tidak berkualitas). Bukan. Tapi lebih karena selera musikku lebih ke pop dan berkembang ke arah blues. Sampai akhirnya pada akhir tahun 2000-an muncul Afgan serta Vidi Aldiano di belantika musik. Sherina juga menjadi daftar penyanyi yang akan kucari lagu-lagunya.

Nah, sebagaimana postingku beberapa saat lalu, awal tahun ini aku mulai kenal dengan alunan suara sang jawara X Factor Indonesia (cek di sini). Tidak muluk-muluk dan tanpa kusadari, seketika aku menyukai suara gadis ini.


Penampilan Fatin di X Factor Indonesia 2013 (dok.: iTunes)

Terlepas dengan hijab yang dipakai olehnya (aku juga menyukai penyanyi yang katanya seksi dan acakadut seperti Lady Gaga, Mariah Carey, dan Rihanna) dan gesture tubuhnya (aku memang demen lihat Fatin yg imut, kikuk, dan apa adanya), yang paling kucari dari seorang Fatin adalah suaranya.

Terlepas banyak yang bilang Grenade adalah lagu yg paling sukses dinyanyikan Fatin, aku jatuh cinta dengan suara unik gadis ini saat dia menyanyikan lagu "Pumped Up Kicks" yang sebelumnya dipopulerkan oleh Foster The People. Lagu dengan beat yg asik di telinga itu begitu pas dinyanyikan dengan suara Fatin. Selain itu, lagu gadis berjilbab ini pernah menyanyikan penggalan lagu "These Words" secara Acapella dan suaranya begitu merdu, dan membuatku memutuskan untuk menjadi penikmat suara gadis ini.

Dan sejak pertama kali aku mulai mendengar suara si Qia (salah satu nickname Fatin ketika memainkan game AyoDance), aku belum menunjukkan tanda-tanda bosan. Dan hebatnya lagi, playlist WinAmp yang biasanya dipenuhi nama-nama penduduk belahan Bumi yang lain kini diisi oleh satu nama: Fatin. Dan tentu saja dengan semangat alay, aku membeli CD original album pertama Fatin: For You. Dan lagi-lagi playlist WinAmp-makin panjang oleh si ahli vocal Fry satu ini.


Album For You (dok.: pribadi)

Kualitas vokal gadis ini memang unik. Ditambah lagi dengan teknik vokal yang juga klop dengan karakter suaranya: licks (mellismas, runs & riffs), vocal run, vocal fry, raspy voice, falsetto, dan teknik lainnya yang membuat suaranya cocok untuk menyanyikan lagu ballads, R&B, blues, hip hop dan rock and roll.

Oh, keegoan telingaku memang sudah porak poranda oleh gadis penggemar Siomay ini. Dan aku tidak menyesal :D

Jumat, 08 November 2013

Lirik Lagu Baru: Fatin - Dia Dia Dia

Capture dari VM Dia Dia Dia (courtesy Fatinistic G+)

Sudah dengar single baru Fatin di album "Fatin For You"? 
Kalau belum buruan cek di link berikut:

Video Music Dia Dia Dia milik Fatin



Nah, sudah hafal liriknya bagaimana? 
Aku sudah buat sync liriknya nih (bonus timing buat kamu yg sudah install MiniLyric)

Artist: Fatin
Album: For You
Title: Dia Dia Dia
By: 
Offset: 

[00:01.09]Fatin - Dia Dia Dia
[00:04.09]
[00:04.09] Sync by: Phyromide
[00:08.97] [Intro]
[00:15.05]
[00:17.07]Slalu kupikir bahwa aku tegar
[00:24.63]Aku tak pernah menyangka
[00:28.71]Kan begini
[00:31.72]
[00:32.47]Dan saat engkau 
[00:35.85]Tak di sisiku lagi
[00:41.37]Baru kurasakan 
[00:45.37]Arti kehilangan
[00:49.25]
[00:51.25]Inginku bicara
[00:53.20]Hasrat pengungkapan
[00:55.01]Masih pantaskahku bersamamau
[00:58.71]Tuk lalui hitam putih hidup ini
[01:05.23]
[01:06.03]Saat engkau pergi
[01:07.98]Tlah kau bawa hati
[01:09.80]Dan tak ada lagi yang tersisa
[01:15.25]Dia, dia, dia t'lah mencuri hatiku
[01:23.07]
[01:32.34]Dan saat hari dimana kau
[01:35.66]Tinggalkan ku
[01:39.30]Kukira semuanya kan baik-baik saja
[01:45.19][Baik-baik saja]
[01:47.00]
[01:47.37]Dan kini baru kusadari semua
[01:55.90]Dia, dia, dia t'lah mencuri hatiku
[02:04.16]
[02:05.97]Inginku bicara
[02:07.73]Hasrat pengungkapan
[02:09.48]Masih pantaskahku bersamamau
[02:13.17]Tuk lalui hitam putih hidup ini
[02:19.88]
[02:20.63]Saat engkau pergi
[02:22.32]Tlah kau bawa hati
[02:24.20]Dan tak ada lagi yang tersisa
[02:29.41]Dia, dia, dia t'lah mencuri hatiku
[02:41.35]
[02:54.38]Inginku bicara~
[03:01.77]Tuk lalui hitam putih hidup ini
[03:08.04]
[03:09.04]Saat kau pergi
[03:11.05]Tlah kau bawa hati
[03:12.87]Dan tak ada lagi yang tersisa
[03:17.49]
[03:18.51][Inginku bicara]
[03:20.38][Hasrat pengungkapan]
[03:22.07][Masih pantaskahku] 
[03:23.95]Bersamamu
[03:26.08][Tuk lalui hitam putih hidup ini] 
[03:30.02]Hitam putih hidup ini
[03:32.40]
[03:33.40]Saat engkau pergi
[03:35.41]Tlah kau bawa hati
[03:37.10]Dan tak ada lagi yang tersisa
[03:42.43]Dia, dia, dia t'lah mencuri hatiku
[03:49.75]Dia, dia, dia t'lah mencuri hatiku
[04:01.09]T'lah mencuri hatiku
[04:08.85]
[04:09.78][outro]
Sync by Phyromide

Download di mana? Beloman. Belum aku upload. So tunggu saja uploadannya ya guys. 
Lirik dalam bentuk ekstensi *.lrc bisa kalian download di:
Lirik Dia Dia Dia 
Kalau kalian tak punya aplikasi untuk membuka ekstensi itu, kalian bisa ganti ektensi *.lrc menjadi *.txt

Enjoy! :D

Kamis, 22 Agustus 2013

Stalking? Itu Mah Biasa


Kegiatan intip mengintip kehidupan pribadi serta perjalanan karir seseorang kini menjadi jauh lebih mudah dengan adanya teknologi yang dinamakan internet. Sebagai orang yang tidak mengikuti budaya pop maupun kelaziman yang ada di dunia (serta lumayan kudet karena TV di rumah rusak sejak akhir tahun lalu), internet adalah salah satu jendela untuk membuka wawasan dan setidaknya update mengenai pergerakan dunia (setidaknya yang berkaitan dengan minat dan kebetulan heboh). Dan tak disangka-sangka, aku ternyata juga melakukan kegiatan menjadi tukan korek-korek ini karena seorang penyanyi pendatang baru.

Empat bulan yang lalu aku asyik dengan kesibukan harianku browsing internet. Entah bagaimana aku tersasar ke posting video acara pencarian bakat di salah satu TV swasta. Acara yang biasanya kulihat sekali waktu saja karena toh aku tak pernah benar-benar tertarik dengan lagu-lagu Indonesia (sok non-Indonesia nih ceritanya). 

Tertarik dengan penampilan salah satu peserta dengan sejuta tindik, usil penasaran aku mulai meloncat dari satu penyanyi ke penyanyi lainnya. Hingga akhirnya aku melihat salah satu peserta audisi yang bernyanyi menggunakan seragam sekolah dengan atasan yang disamarkan dengan sweater yang agak kebesaran. Lagu bule berjudul Peledak Genggam yang dibawakan olehnya tidak buruk. Bahkan aku merasakan aroma unik di suaranya (terutama di bagian "Ooow... take, take, take it all..."). Tapi, tawa kecilnya di tengah nyanyian melekat di kepalaku. Dan entah bagaimana, otakku tiba-tiba menjadi penasaran dengan suaranya. Lagi dan lagi dan lagi (juga penampilannya yang apa adanya).

Kegilaan dimulai. Aku unduh lagi dan lagi dan lagi tapi tetap tidak puas. Sedangkan aku baru mengetahui tentang penyanyi itu setelah kompetisi mulai masuk ke babak 4 besar. Ketika kulihat total hasil unduhan yang ada di laptop uzurku, ada sedikit rasa ngeri kurasakan terkait dengan hobi baruku ini. Ini pertama kalinya aku ingin mengetahui perkembangan salah satu penyanyi dari awal acara hingga akhir (kalau ditotal, total unduhan video yang kulakukan kurang lebih sama dengan ukuran film kualitas BluRay 720p). Ketidak beradaan televisi sudah membuatku menjadi pecandu streaming si Ucub dan download mp3 versi gala si anak imut itu.

Saat aku memeriksa sisa pulsa kartu prabayarku, aku terkejut dengan sisa kuota paketku. Bila biasanya di pertengahan bulan kuota akan tersisa kurang dari setengah dari kuota maksimalku, untuk pertama kalinya kuotaku tinggal 20% (yang berarti aku terpaksa puasa internet di akhir 2 bulan yang lalu sebagai pemanasan puasa Ramadhan)

Bagaimana tidak, dari sekedar mendengar dan melihat video, aku menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai artis baru ini. Mulai dari video penampilan yang ditayangkan di TV serta non tayang, facebook, twitter, sampai berita keseharian gadis SMA itu (yang sebelumnya aku sangat anti menunggu-nunggu unggahan berita gosip di TV). Belakangan aku baru sadar kalau setiap kali aku memulai membuka browser kesayanganku, kata yang kuketik pertama kali adalah nama si doi ini. Satu kata A K U T.

Nah, melihat perkembangan ini, seketika aku menyadari suatu hal. Aku sudah menjelma menjadi STALKER. Oh No! Tapi melihat fansbase si doi baru, aku menyadari kalau virus ini rupanya sudah menginfeksi banyak penderita lainnya. Banyak orang dari anak-anak sampai tua dewasa yang penasaran dengan perkembangan si bocah ini di tengah riuhnya kenaikan BBM, gontokan antar parpol di negara tercinta ini, Farhat Abas dan Rhoma Irama yang mimpi jadi presiden, ustadz dengan kasus tarif menarifnya, dan yang paling baru diadakannya tes keperawanan untuk calon siswa SMU di Prabumulih, Sumatra Selatan.

Namun, melihat fanatisme pendukung si bocah, entah bagaimana aku merasa sedikit lega. Terlepas dari fenomena si idola baru, rasanya penyimpangan yang kurasakan tidak seberapa dibandingan dengan banyak orang di luar sana (mencoba memaafkan kelainan diri sendiri). Mulai dari mengikuti berita di internet, suburnya grup fansbase yang seketika berjumlah ratusan (atau bahkan sampai ribuan??), teriak-teriak di tepi panggung, berkunjung ke rumah si idola, ikut meramaikan ulang tahun si gadis, jumlah follower twitter si idola yang hampir mencapai satu juta dalam 8 bulan dia muncul pertama kali di TV, fans yang ramai-ramai berusaha membuat hashtag si nona kecil bisa jadi tren di Indonesia dan Dunia, bahkan sampai rutin nongol di acara yang menghadirkan di idola. Yah, setidaknya aku bisa dikategorikan sebagai simpatisan lah, bukan fans berat :p. Dan akhirnya aku akan membenarkan bahwa jadi Stalker adalah hal yang lazim di jaman dunia maya ini. Bukankah internet membuat dunia nyata menjadi transparan? *berusaha mencari pembenaran.

Satu bulan yang lalu, penyanyi baru ini melakukan konser di kotaku. Ada perasaan menggebu-gebu untuk mendatangi acara yang digawangi oleh produsen sepeda motor nomor dua di Indonesia itu. Segala daya upaya kukeluarkan untuk mengetahui jadwal manggung dan kebiasaan si bintang ketika mengadakan tur yang disponsori oleh pabrikan sepeda Jepang itu. Bahkan aku sempat berubah menjadi kompor agar kakak laki-lakiku tertarik untuk menemaniku mendatangi acara itu (dengan asumsi si bocil baru bisa muncul di atas jam 10 seperti penampilannya di kota yang sebelumnya. Pulang di atas jam 11 tanpa teman bagiku adalah hal yang tidak akan disetujui oleh orang tuaku--pun di usiaku yang sudah sekian ini--tapi belum sekian-sekian amat juga sih). 

Namun, di hari H, entah kenapa aku jadi bimbang. Acara yang diadakan di bulan puasa itu membuatku bingung antara melanjutkan ibadah malam atau menghadiri pertunjukan nyanyi itu. 

Semua informasi sudah kukumpulkan sebagai amunisi. Aku stalking grup fansbase yang ada di kotaku. Mencari tahu segala tetek bengek mengenai kedatangannya. Keberangkatan dari Jakarta, mendarat di Surabaya atau Malang, perkiraan sampai Malang jam berapa, ada interview di salah satu radio jam berapa, Meet and Greet jam berapa dan dimana, hingga perkiraan jadwal manggung.

Aku nervous.

Siang itu aku mengunjungi rumah temanku, tapi aku memaksa diri tetap mendengarkan siaran radio interview si bocah kikuk (dan akhirnya aku tidak tahu apa yang dibicarakan oleh temanku dan juga isi interview di radio. Sialnya tidak ada satupun orang yang mengunggah wawancara itu karena ternyata tidak mungkin melakukan streaming dari radio tersebut. Laman radio tersebut ternyata telah melebihi kuota). Malamnya, aku menjalankan ibadah malam namun pikiranku tertuju pada konser (berharap segera selesai agar bisa segera berangkat). Dan akhirnya......ketika aku sampai ke lokasi acara......... Aku terlambat. Si idola baru saja meninggalkan lokasi............. (T__T)

Sia-sialah kegiatan stalking yang kulakukan sepanjang hari itu. *Pada akhirnya aku tetap menjadi fans juga. *tidak perlu memberi puk puk kepadaku. #EdisiBerduka

Baiklah, pada akhirnya aku harus mengakui kalau aku adalah tukang intip, sekaligus penggemar seorang gadis bernama Fatin Shidqia Lubis. Tapi, sekali lagi, banyak orang lain yang bertindak sama kepada idola maupun gebetan mereka. Di jaman informasi seperti sekarang ini, ITU MAH BIASA!!

Malang,
@mmaghfiroh