Rabu, 05 Maret 2014

Sketsa potrait

Oke, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menggambar portrait (terakhir kali sepertinya sejak aku SMA, self portrait menggunakan kaca :D). Nah, tiba-tiba kemarin seorang kawan bercerita apakah aku pernah punya keinginan untuk menggambar komik. Sebuah keinginan yang tak pernah benar-benar kuwujudkan. Entah bagaimana, tiba-tiba aku ingin tahu bagaimana perkembangan skill halus jariku dalam membuat sketsa portrait (entah bagaimana dua hal itu bisa berkaitan).

Ada yang bisa menebak siapa obyek gambar yang saya buat? Oke, sembari menebak-nebak, silahkan baca sedikit cerita dibalik #SeketikaSketsa ini:

Semalam aku membuat sketsa gambar selama kurang-lebih 5 jam. Kenapa selama itu? Karena awalnya gambar portrait itu kubuat tanpa mencontek foto si obyek gambar (menantang diri nih ceritanya). Dan, hasilnya lumayan berbeda :)). Oke, akhirnya aku mencontek juga wardrobe yang pernah dia pakai di salah satu acara meskipun tetap kurubah sudut pandangnya disesuaikan dengan sketsa awalku (jujur nih, imajinasiku ga sehebat itu dalam mendesain baju).

Sketsa setengah matang (dok. Pribadi)

Kurang puas, aku cek referensi foto di laptop. Dari sekian banyak foto ternyata, tidak satupun yang memotret dari sudut yang sama (haha, memenuhi hasrat orisinalitas, namun juga mempersulit proses gambar itu sendiri karena baru sekali bertatap muka dengan si empunya wajah). Setelah beberapa editing, mengecilkan mata, menurunkan garis dagu, gambar terlihat lebih 'mendekati'. Tapi masih kurang mirip. Yah, seperti foto yang aku lampirkan di bawah.

Gambar hasil editing 1 (dok. Pribadi)

Melihat hasil terakhir, harus kuakui masih banyak lagi yang harus diperbaiki. Tapi teringat untuk sholat Isya setelah sadar kalau jam sudah menujukkan pukul 12:03 maka kuputuskan revisi harus dihentikan (dengan resiko sulit tidur karena bertanya-tanya: "Salahnya Dimana?").

Nanti bila ada revisi lagi (kalau aku memang ada semangat untuk membuat perbaikan) bisa jadi akan kuunggah di blog ini :P -- tapi tentu saja ini kata-kata yang tidak didasarkan dari hati, jadi silahkan sakit hati sebelumnya. wkwkwkwk.

Malang, 
5 Maret 2014